Hari Senin kemarin saya naik bis jurusan Merak-Jakarta setelah untuk kembali bekerja ke Jakarta. Selama di perjalanan (dari teminal Serang) ada seorang laki-laki penjual salak pondoh berusia 40 tahunan dengan wajah penuh semangat menawarkan daganganya kepada para penumpang bus. Penumpang bus hari ini cukup penuh dan cocok untuk menjual salak (mungkin itu yang dia pikirkan). Dimulai dengan menawarkan beberapa butir salak gratis kepada penumpang dengan harapan mereka tergiur dengan rasa salaknya. dilanjutkan dengan menawarkan harga 25 buah=10.000, kemudian turun menjadi 30 buah = 10.000 kemudian turun lagi menjadi 35 buah = 10.000 kemudian turun lagi menjadi 50 buah = 10.000. tapi apa hasilnya? Selama 1 jam tidak ada seorangpun membeli….
Akhirnya semangat si penjual salak pun pudar, dan berkata dengan kecewa :
“yah minyak goreng naik…. minyak tanah naik…. cari uang 1000 aja…. susahnya minta ampun!!!! ”
“Orang hidup kok makin susah!!!!!!!”
“Para penumpang juga sepertinya pada susah dengan masalah hidup mereka!!!”
“Mana sempat mikirin untuk beli salak….!!!”
kemudian si penjual salak mundur ke deretan belakang, dengan semangat yang pudar…..

March 24th, 2008 at 9:11 am
coba kalau u yang jual salak pasti laku keras….
soale u lebih cocok kekkekekekekekekeke